FF: Super junior’s homestay in Indonesia part 8

Standar

Berhubung saia ga bsa bahasa padang karena saia bukan orang padang tapi saia orang spanyol *hoekkkk muntah di ember* karena itu saia pake bahasa indonesia aja yah hehehe… enjoy reading!

Parodi Super Malin
Narator Tania: Disuatu hari yang cerah-cerah mendung *?* di sebuah saung di pinggir sebuah sawah, ada seorang ibu-ibu berpakaian compang camping , buluk dan kumel (baca: yesung) sedang duduk-duduk santai sambil mengelus-elus kepala anak semata wayangnya yang keren dan cool sekali (Baca: gege. Mentang2 member paporit dipuji mulu).
Diluar parodi:
“Idih gue dibilang kucel, buluk, kumel, lah gege dibilang keren.” Yesung protes.
“Namanya ibu-ibu yang miskin kan begitu, oppa.” Balas Tania, lalu melambaikan tangannya ke Gege sambil senyum sok imut. “Gege oppa! Hwaiting!”
Gege membalas lambaian Tania, tapi dalem hatinya :emangnya gue mau perang apa disuru berjuang, hu uh…*gege masi bete ma Tania*

Kembali ke parodi:
“Anakku, Malin Gege, kamu begitu tampan. Kamu benar-benar mirip bu, nak.” Kata sang ibu sambil mengelus rambut anaknya yang sedang tiduran di pahanya.
“Ah masa sih bu? Aku mirip bapak kali.” Sahut sang anak. Sepertinya dia tidak terima dibilang mirip ibunya.
Bu Yesung melotot. “Heh harusnya lu bersyukur dibilang mirip gue!” *upps suara aslinya sang ibu keluar*
“Iya bu, terserah ibu lah biar cepet.” Balas sang anak. Sang ibu kembali mengelus kepala putra tesayangnya itu dengan penuh kasih sayang.
Sang ibu tiba-tiba terkejut. “Wah anakku, kenapa dikepalamu ada kutu? iBu pites ya satu.”
Malin Gege melotot. “Kurang asem! Eh maksudku aku ga punya kutu, bu. Aku rajin keramas, rambutku kan selalu bersih dan wangi.”
“Terus ini apa nak?” Bu yesung lalu mengambil binatang gaje itu dari kepala anaknya.
“Ini kepik bu! Liat aja tuh badannya polkadot merah begitu. Masa ibu ga tau bedanya kutu sama binatang laen?”
Sang bu tertawa keras. “Sorry sorry deh nak, ibu kan rada kolot.”
“Huuuy… Bu Yesung, Malin Gege, annyeong…*???* lagi ngapain disitu?” seorang laki-laki berteriak memanggil mereka dari kejauhan. Laki-laki itu sedang mencabuti padi di sawah (adegan asli: nyabutin rumput)
“Kamu siapa ya?” tanya Malin Gege.
“Aku Kangin, tetangga kalian.” Jawab laki-laki yang ternyata bernama malin.

Diluar parodi:
“Hyung ngapain disitu?” tanya Donghae.
“Gue jadi tetangganya malin.”
“Tokoh tetangganya malin itu ga ada, oppa.” Kata Chacha *masih nempel sama Zhoumi*
“iya, bener.” Zhoumi sok tau.
“Biarin aja kenapa, kan gue juga pengen dapet giliran.” Dia protes.
“Tadi dikasih peran malin ga mao, sekarang ikut-ikutan di scene pengen nongol juga.” Kyu nyeletuk.
“Diem deh!” Kangin ngomel.
“Lah itu Teukkie hyung ngapain?” Sungmin menunjuk Leeteuk yang berdiri ga bergerak disebelah Yesung en Gege.
Teukkie nyengir .“Aku jadi pohon.” Gubrak.

Kembali ke parodi:
“Oooh… kita lupa tuh, sorry sorry ya. Kita lagi duduk-duduk aja.” Balas Bu Yesung.
“Oooh juga. Aku lagi nyabutin padi nih.”
“Ga nanya.” Celetuk Malin Gege.
“Ayo anakku cintaku bulanku matahariku bumiku, kita pulang.” Ajak bu Yesung.
Malin Gege tertawa.“Iiih ibu bahasanya lebay amat.”
Bu Yesung bangkit dari kubur, eh salah bangkit dari saung. “Biarin aja kenapa sih, lagipula ini kan membuktikan kalau ibu sangat menyayangimu lebih dari apapun.”
Malin Gege tersentuh, matanya berair. Bukan karena tersentuh, tapi karena kelilipan. “oooh bu, so sweet…”
“Nah, ayo anakku kita pulang.” Ajak bu Yesung.
“Eh tunggu dulu, mau kemana?” Kangin sang tetangga berteriak.
“Kita mau pulang dulu. Bye bye bye…*Yesung n gege kompakkan nyanyi lagunya NSYNC yg bye bye bye.*
“Yaudah.” Jawabnya akhirnya *padahal Kangin bete Cuma dapet scene sedikit. Ga tau aja dia kalo Yesung sama Gege sengaja ngabur.*

Beberapa hari berikutnya…
Bu Yesung sedang duduk bersandar di kursi. Malin Gege menghampiri ibunya sambil membawa ransel keren *jamannya malin uda ada ransel???*. Tapi mata sang ibu tertutup rapat.
“Ibu…. Jangan mati….” Malin Gege menundukkan kepala, menangis keras karena mata sang ibu yang tertutup.
“Heh dodol, mang sapa yang mati?!”
Malin Gege mengangkat kepalanya. “ibu….” Katanya sambil memeluk ibu semata wayangnya *Ngaco nih naratornya*, ternyata ibunya tidak mati, Malin Gegenya aja yang terlalu cepat menyimpulkan.
“Kenapa kamu membawa ranselmu itu nak? Mau kemana kamu?” tanya sang ibu.
“Aku mau merantau bu, untuk mencari uang supaya kita bisa hidup dengan lebih layak.”
“Anakku Malin Gege, ternyata kamu sudah besar! ibu terharu.” Kata sang ibu sambil mengusap matanya.
Malin Gege tersenyum. “Karena itu biarkan aku merantau. Aku janji akan kembali kesini dengan membawa uang yang banyak. Aku akan membawakan apapun pesanan ibu. Ibu mau apa?”
Bu Yesung berfikir keras. “Duuuh apa ya? Aha ibu mau tas chanel sama sepatu christian louboutin!” *???*
“Baiklah bu, aku janji akan membelikannya untukmu!” Malin Gege berseru.
“Assalamualaikum…” seorang lelaki muncul dirumah mereka.
“Waalaikum salam…” balas mereka berdua.
“MALIIING!” bu Yesung berteriak.
“Masa maling bilang assalamualaikum seh!”
“Situ siapa ya?” tanya Malin Gege.
Laki-laki cute itu membungkuk, memberi salam. “Aku Eunhyukkie, tetangga sebelah. Ini mau ngasih sedikit makanan.”
“Makanan apaan?”
“Ini ada salad, dilengkapi dengan saus thousand island yang enak, aku bikin tadi jadi ya aku bagi.” Katanya sambil menyodorkan piring (aslinya sih itu salad Cuma daun yang dipotekkin sama Shindong)
“Terima kasih, nak ganteng.” Kata bu Yesung. Si lelaki bukannya pulang, malah duduk disamping mereka.
“Kenapa kamu duduk disitu?” Malin Gege heran.
“Gerah nih, numpang duduk ya.” Jawab Eunhyukkie. *ngarep dapet scene yang banyak*

Diluar parodi:
“Banyak banget sih tetangganya si malin!” Heenim ngomel.
“Emangnya kenapa sih hyung? Aku kan juga mau eksis gitu.” Eunhyuk membela diri.
“Udah biarin aja kenapa hyung. Manusia kan butuh tetangga, ga ada manusia yang bisa hidup sendiri karena itu manusia disebut mahluk sosial karena manusia pasti butuh orang lain saat ada kesulitan. Makanya wajar kalo tetangganya banyak.” Wise man siwon berkata. Ryeowook mengangguk mengiyakan.
“Ah udah deh.” Heechul puyeng, “Up to you semua lah.”
“Aku juga mau ah jadi tetangganya!” Henry mau ikutan.
“Na do!” Sungmin juga ikutan.
“Para oppa, bisa dilanjutin ga neh?” kata Tania akhirnya.
“Silahkan yodongsaeng yang cantik.” jawab Kangin genit.

Kembali ke parodi:
Setelah disetujui oleh sang ibu, Malin Gege akhirnya berangkat merantau ke negeri sebrang. Mereka berjalan ke pantai ditemani Kangin dan Eunhyuk para tetangga mereka yang sangat baik hati. Di pantai sudah berdiri tegak kapal besar yang akan membawa Gege ke negeri sebrang.
“Anakku, jaga dirimu baik-baik. Ibu akan terus menunggumu disini sampai kamu pulang.” Kata sang ibu sambil memeluk Malin Gege.
“Haah? ibu mau jadi nelayan gitu sambil nungguin aku dipantai?”
Bu Yesung menoyor garuk garuk kepala. “Bukan gitu maksudnya, dodol! Mana mungkin ibu nungguin kamu disini!”
Malin Gege mengangguk-angguk. “Oooh…”
“PARA PENUMPANG KAPAL CEPAT NAIK! KAPAL AKAN SEGERA BERANGKAT!” seorang lelaki berteriak dari atas kapal (adegan asli: teriak dari atas bangku taman)
“Siapa kamu?” tanya bu Yesung dari pinggir pantai.
“Emang ga bisa liat? Aku itu nahkoda kapal tau! aku nahkoda Shindong.” Teriaknya.
“Kami anak buahnya!” Tiba-tiba nongol para awak kapal, Ryeowook, Donghae, Kyuhyun, Sungmin, dan Henry. Mereka malah nyanyi dan joget super girl bareng.

Diluar parodi:
“Ampun deh semua mau eksis juga.” Kata Tania. “Loh oppa ga ikutan?” Tania menoleh dan heran karena disampingnya tinggal ada Siwon.
“Ga ah ogah.” Balas Siwon sambil geleng-geleng kepala.
“Loh chacha onnie mana?” Tania nyariin Chacha, bermaksud gantian jadi naratornya. Bukannya capek tapi karena mau ikutan di parodi super malin *pengen eksis juga*
“Tadi sih katanya pengen ke anjungan lain duluan, bareng Zhoumi hyung n kbum.”
Tania cemberut, bibirnya monyong. “Ampun deh onnie…”

Kembali ke parodi:
Malin Gege menaiki kapalnya lalu berteriak dari atas kapal. “BUUUU AKU PERGI DULUUU…”
“SELAMAT TINGGAL ANAKKU, IBU AKAN TERUS MENUNGGU…” tak terasa air mata mengalir dari mata sang ibu, dengan berat hati ia rela melepas sang anak tercintanya pergi merantau ke negeri seberang.
“BU…AKU AKAN BAWA UANG YANG BANYAK!”
“IYA! JANGAN LUPA PESENAN IBU! CHANEL DAN CHRISTIAN LOUBOUTIN! YANG ASLI YA! JANGAN BELI YANG PALSU!”
“ARASSO. ANNYEONG EOMMA!”
“ANNYEONG!”
Kapal sudah menjauh, Bu Yesung terduduk di pinggir pantai, menangis sedih.
“Tabahkan hatimu, ibu.” Kata Kangin sambil merangkul Yesung.
“Iya, semua pasti ada jalannya. “*ga nyambung*” Eunhyuk ikut memberi dukungan moril.
Lalu mereka memeluk Yesung. Berpelukaaan…*naratornya stres*

Bertahun-tahun kemudian…
Sang ibu terus menunggu Malin Gege. Sudah bertahun-tahun anaknya itu tidak menunjukkan batang hidungnya. Bu Yesung sampai lumutan karena menunggu anaknya. Setiap hari bu Yesung selalu pergi ke pantai, menunggu anak tercintanya itu pulang. Hari ini cuaca sangat dingin, Desir angin dipantai serasa menusuk tulang. Ia berniat pulang ke rumah dan akan kembali besok.
Tiba-tiba sebuah kapal pesiar besar berlayar mengarah ke arah pantai. Yesung ternganga, berharap itu kapal anaknya. Benar saja, sesosok pria gagah yang berpakaian ala anak muda abad ke 21, jeans keren, sepatu keds keren, kacamata hitam keren, semuanya keren, berdiri di atas kapal sambil berpose. Bu Yesung sangat yakin itu Malin Gege, anak terkasihnya.
Ketika kapal merapat ke pantai, Malin Gege turun dari kapal dan berjalan dengan gagahnya. Bu Yesung langsung menghampiri laki-laki yang dia yakin itu anaknya.
“Anakku Malin Gege… akhirnya kamu pulang, nak! Ibu sangat kangen padamu ! Ibu terus menunggumu di pantai ini sampai lumutan! Oh iya apa kamu membawa pesenan ibu, nak? Tas chanel sama sepatu christian loubouin itu? Ibu juga butuh krim anti aging, ibu sudah keriputan nih.” Bu Yesung nyerocos ga berenti.
Malin Gege hanya diam, lalu membuka kacamatanya dengan gerakan slowmotion yang keren *KYAAAAAAAAAAAA! Narator kumat*. Malin Gege benar-benar bertransformasi, kayak di MV supergirl aja tapi bedanya kalo yang ini dari compang camping berubah menjadi keren.
“Malin Gege… ibu kangen…” seru Bu Yesung sambil memeluk erat malin Gege.
“Siapa kamu?”
Jegeer… bagaikan petir menyambar hati Bu Yesung. “Malin Gege, kamu kenapa? apa yang terjadi padamu? Apa kamu kena anemia?” Bu Yesung salah nyebut, yang dia maksud itu amnesia.
“Aku tidak mengenalimu.” Jawabnya dengan nada jutek.
Bu Yesung terdiam.
“SUAMIKUUUUU…” seorang wanita berlari ke arah Malin Gege sambil menari-nari lebay.
“ISTRIKUUUUUU…” Balas Malin Gege, sambil ikut menari-nari kecil. *Semua anak suju berfikir mereka layaknya kajol dan sahrukhan di film2 india dan akan menari tarian India, tapi mereka salah. Ternyata mereka malah joget Twins*
“Suamiku, kenapa kamu meninggalkanku sendirian di atas kapal? Aku kan takut sendirian.” Kata sang istri sambil loncat-loncat ditempat.
“Istriku yang rada-rada stres, aku Cuma keluar kapal duluan aja kok, aku tidak akan pernah meninggalkanmu.” Balas Malin Gege sambil merangkul istrinya yang bernama putri Heechul, dia putri negeri antah berantah, eh negeri seberang maksudnya.
“Anakku, dia istrimu?” tanya bu Yesung.
“Suamiku, dia ibumu?” tanya putri Heechul.
“Ibuku, dia suamimu?” tanya Malin Gege *Loh?*
“Dia cantik sekali nak, meskipun ibu jauh lebih cantik.” Bu Yesung narsis.
“Kamu siapa mengaku-ngaku sebagai ibuku, hah? Aku bukan anakmu!” seru Malin Gege dengan nada tinggi.
Bu Yesung melongo. “Apa yang terjadi denganmu? Jangan-jangan kamu benar-benar anemia.”
Putri Heechul ikut melongo *ikut-ikutan aja sih dia* “Siapa ibu tua yang keriputan ini suamiku? Apakah ini ibumu? Ya ampun suamiku, dia keriputan sekali, dia harus ke dokter kulit untuk melakukan perawatan kulit, kulitnya harus dikencangkan.” Kata sang putri *malah ngasih saran kecantikan*
“Bukan, aku ga mungkin punya ibu jelek, compang camping, dan buluk kayak dia!” Malin Gege mengelak.
“Heh kurang ajar lu! Gini-gini suara gue bagus!” Bu Yesung kemudian bernyanyi reff it has to be you *sungguh narsis*
“Waaah suaranya bagus!” putri Heechul tepuk tangan.
“Aku bilang bukan ya bukan! Ibuku itu sudah meninggal! Lagipula ibuku itu orang kaya!”
Bu Yesung terduduk. “Malin Gege… sungguh teganya dirimu teganya teganya teganya…” lampu sorot menyoroti Yesung yang sedang menangis. “Apa yang membuatmu jadi begini? Apa karena uang? Anakku, uang bukanlah segalanya!”
“Don’t don, syalalalala…”*Leeteuk, Kangin, Shindong, Sungmin, Donghae, Eunhyuk, Siwon(siwon pun ikutan) Ryeowook dan Kyuhyun langsung nyanyi + joget don’t don, menyesuaikan lagu dengan Malin Gege yang telah dibutakan oleh uang, ditambah pula permainan biolanya Henry.
“Kamu sudah menjadi anak durhaka, Malin Gege. Ibu mengutukmu jadi Kodok!!” ga ada yang terjadi.
“Batu, kalee.” Celetuk putri Heechul.
“Eh iya, ibu kutuk kamu jadi batu!”
Jedeger… bumi gonjang ganjing…tiba-tiba Malin Gege yang cute, keren, jago ngedance, pokoknya suit suit banget deh*kembali kumat* , berubah menjadi BATU!
“Arrrrghh! Suamiku!” Tinggallah sang putri heechul menangisi suaminya.
Itulah akibatnya jika kita durhaka kepada orang tua. Sayangilah orang tua kita, jangan pernah mengecewakan mereka karena merekalah kita ada di dunia.
Sekian…

Plok plok plok…
“Hueeeeee…..sediiiiihhh…” Wookie nangis bareng Eunhyuk.
“Tuh makanya Kangin hyung, jangan suka durhaka sama orang tua.” Kata Kyuhyun sok bijak, lalu ngaburrrrr…
“Yang ada lu yang suka kurang ajar sama Hyung2 lu, sarap!” balas Kangin sambil ngejer Kyu.

TO BE CONTINUED…

8 responses »

  1. ehhehehehehhehehe untung zhoumi n kibum uda aq bawa kabur dlan…hehehehehe…bisa ketularan stresnya semua tuuu…ehheehhe…bagus bgt nich (kena adzan ni gr2 ketawa2 trz)…next part kapan??aq tgguin nich *tp g mw sampe keriput n bulukan kyk yesung yeee* #plaaaak *di gampar yesuuung*

  2. ya ampuuun….sibuk bgt ya dongsaengq yg gemesin ni??? mudah2an kerjaan lancar yaaa *amiiin*…n gege ntar biar chullie yg gangguin yeee….hehehehe *lari peluk zhoumi n kibum*…ehheheeheh

  3. aduh, kasian bener Malin Gege…
    itu Bu Yesung juga narsis amat, ya?
    oh, ya, Heechul tumben nggak protes!😆
    pasti kesenengan jadi Tuan Putri Heechul, ya?

    wah, tambah seru!
    ditunggu part selanjutnya~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s